Next-Generation Firewall: Fungsi, Fitur dan Manfaat untuk Jaringan

Apa Itu Next-Generation Firewall?
Next-Generation Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang menggabungkan fungsi firewall tradisional dengan kemampuan inspeksi lalu lintas, identifikasi aplikasi, dan pencegahan ancaman tingkat lanjut. Teknologi ini membantu perusahaan mengendalikan koneksi berdasarkan alamat IP, port, protokol, aplikasi, serta konteks keamanan yang didukung perangkat.
Berbeda dari firewall konvensional yang terutama mengandalkan aturan jaringan, Next-Generation Firewall atau NGFW dapat memberikan visibilitas lebih luas terhadap aktivitas jaringan. Administrator dapat mengenali aplikasi yang digunakan, membatasi koneksi tertentu, dan mendeteksi pola serangan melalui fitur keamanan tambahan.
Kebutuhan tersebut semakin penting karena jaringan perusahaan kini menghubungkan banyak perangkat, aplikasi cloud, server, kantor cabang, dan pengguna jarak jauh. Setiap koneksi berpotensi menjadi jalur masuk ancaman apabila organisasi tidak menerapkan pengendalian akses yang tepat.
NGFW membantu perusahaan mengelola risiko tersebut melalui kebijakan keamanan yang lebih terperinci. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kemampuan produk, lisensi, konfigurasi, pembaruan, dan pengelolaan operasional.
Untuk memahami dasar teknologi firewall sebelum mempelajari NGFW, baca artikel Apa Itu Firewall? Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya.
Artikel ini membahas cara kerja Next-Generation Firewall, fungsi utama, fitur penting, manfaat untuk jaringan perusahaan, perbedaannya dengan firewall tradisional, serta pertimbangan dalam memilih solusi yang tepat.
Mengapa Next-Generation Firewall Dibutuhkan?
Next-Generation Firewall (NGFW) melangkah lebih jauh dari firewall tradisional dengan menambahkan pengenalan aplikasi, sistem pencegahan intrusi (IPS), filtering URL, inspeksi trafik terenkripsi, dan perlindungan terhadap malware. Dengan fitur-fitur ini, perusahaan dapat mengendalikan lalu lintas hingga level aplikasi dan mendeteksi ancaman yang tersembunyi. Agar seluruh fitur NGFW aktif dan bekerja optimal tanpa menurunkan performa, instalasi serta pengaturannya perlu dilakukan dengan benar oleh Jasa Firewall Indonesia: Instalasi, Konfigurasi dan Maintenance.
Perkembangan teknologi mengubah cara perusahaan mengelola jaringan. Banyak organisasi menggunakan aplikasi berbasis cloud, layanan konferensi video, sistem ERP, platform CRM, dan akses jarak jauh untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.
Pada saat yang sama, ancaman siber semakin beragam. Penyerang dapat mengeksploitasi kerentanan aplikasi, mencuri kredensial, menyalahgunakan layanan yang diizinkan, atau mencoba menyebarkan serangan dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Firewall tradisional tetap berguna untuk mengendalikan koneksi berdasarkan aturan jaringan. Namun, pemeriksaan alamat IP dan port saja tidak selalu memberikan konteks yang cukup untuk membedakan aktivitas aplikasi yang sah dari aktivitas yang mencurigakan.
Next-Generation Firewall menambahkan kemampuan inspeksi dan kontrol yang membantu administrator memahami lalu lintas secara lebih mendalam.
1. Penggunaan Aplikasi Semakin Beragam
Karyawan menggunakan berbagai aplikasi untuk berkomunikasi, bertukar dokumen, mengakses sistem perusahaan, dan menyimpan data. Sebagian aplikasi menggunakan port yang sama atau mengandalkan koneksi terenkripsi.
NGFW tertentu dapat mengenali aplikasi berdasarkan karakteristik lalu lintas dan menerapkan kebijakan sesuai kebutuhan perusahaan. Administrator dapat membatasi aplikasi yang tidak disetujui tanpa harus memblokir seluruh komunikasi melalui port tertentu.
Kemampuan tersebut membantu perusahaan mempertahankan produktivitas sekaligus meningkatkan pengendalian keamanan.
2. Ancaman Tidak Selalu Berasal dari Internet
Ancaman keamanan juga dapat muncul dari perangkat internal yang terinfeksi, akun yang disalahgunakan, atau sistem yang belum mendapatkan pembaruan.
Apabila jaringan internal tidak memiliki segmentasi yang baik, perangkat yang sudah terkompromi mungkin mencoba mengakses server atau perangkat lain.
NGFW dapat membantu membatasi komunikasi antarsegmen dan memeriksa lalu lintas yang melewati titik pengendalian. Organisasi perlu menempatkan perangkat secara tepat agar komunikasi penting benar-benar melewati kebijakan keamanan.
3. Perusahaan Membutuhkan Visibilitas Jaringan
Administrator perlu mengetahui aplikasi yang digunakan, sumber koneksi, pola lalu lintas, serta aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko.
NGFW dapat menyediakan informasi tersebut melalui fitur identifikasi aplikasi, logging, monitoring, dan integrasi sistem keamanan lainnya.
Informasi yang lebih lengkap membantu tim IT menyelidiki gangguan, meninjau kebijakan, dan menentukan prioritas penanganan insiden.
4. Infrastruktur Perusahaan Semakin Terdistribusi
Banyak perusahaan memiliki kantor pusat, kantor cabang, pusat data, dan infrastruktur cloud. Sebagian karyawan juga mengakses sistem bisnis dari luar kantor.
Kondisi ini membutuhkan kebijakan keamanan yang konsisten pada berbagai jalur komunikasi. NGFW dengan dukungan VPN dan manajemen terpusat dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Meskipun demikian, perusahaan perlu mengevaluasi arsitektur secara menyeluruh. Satu perangkat NGFW tidak otomatis melindungi seluruh jaringan jika masih terdapat jalur komunikasi yang tidak tercakup dalam kebijakan.
Fungsi Next-Generation Firewall dalam Jaringan Perusahaan
Next-Generation Firewall menjalankan beberapa fungsi keamanan yang saling melengkapi. Perusahaan dapat mengaktifkan fungsi tersebut sesuai risiko, kebutuhan aplikasi, dan kemampuan produk.
1. Mengontrol Akses Jaringan
NGFW mengatur koneksi berdasarkan kebijakan yang ditetapkan administrator. Aturan dapat menggunakan alamat IP, port, protokol, jaringan sumber, tujuan, identitas pengguna, atau informasi aplikasi.
Sebagai contoh, perusahaan dapat mengizinkan akses HTTPS menuju server publik. Administrator juga dapat membatasi akses administrasi server hanya untuk jaringan IT atau pengguna yang memiliki otorisasi.
Pengendalian ini membantu mengurangi akses yang tidak diperlukan. Perusahaan sebaiknya menerapkan prinsip hak akses minimum agar setiap pengguna dan perangkat hanya memperoleh izin sesuai tugasnya.
2. Mengidentifikasi dan Mengontrol Aplikasi
Salah satu kemampuan penting NGFW adalah identifikasi aplikasi. Fitur ini membantu administrator mengenali jenis aplikasi yang melewati jaringan, bergantung pada metode inspeksi dan dukungan produk.
Administrator dapat menerapkan kebijakan berbeda untuk aplikasi bisnis, layanan berbagi file, media sosial, atau aplikasi lain yang relevan dengan kebijakan perusahaan.
Misalnya, perusahaan dapat mengizinkan aplikasi konferensi video yang digunakan untuk rapat, tetapi membatasi layanan berbagi file yang tidak disetujui.
Identifikasi aplikasi tidak selalu sempurna. Enkripsi, perubahan protokol, dan teknik penghindaran deteksi dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Karena itu, administrator perlu meninjau kebijakan dan memperbarui perangkat secara berkala.
3. Mendeteksi dan Mencegah Intrusi
NGFW umumnya menyediakan atau mendukung Intrusion Prevention System (IPS). Teknologi ini memeriksa lalu lintas untuk menemukan pola serangan yang dikenali.
Jika sistem menemukan aktivitas yang sesuai dengan aturan deteksi, perangkat dapat memblokir koneksi atau mengambil tindakan lain berdasarkan konfigurasi.
IPS membantu menangani ancaman seperti upaya eksploitasi kerentanan, pemindaian mencurigakan, dan pola serangan jaringan tertentu.
Namun, IPS tidak menjamin seluruh serangan akan terdeteksi. Efektivitasnya dipengaruhi oleh kualitas signature, pembaruan, konfigurasi, dan kemampuan analisis produk.
4. Menyaring Akses Web
Fitur web filtering membantu perusahaan mengendalikan akses ke situs berdasarkan kategori, reputasi, atau kebijakan tertentu.
Administrator dapat membatasi akses menuju situs berbahaya, situs phishing yang sudah dikenali, atau kategori yang tidak sesuai dengan kebijakan penggunaan internet.
Pengaturan ini membantu mengurangi risiko ketika pengguna mengakses situs yang tidak aman. Namun, web filtering tidak menggantikan pelatihan keamanan dan perlindungan endpoint.
Perusahaan perlu menyediakan mekanisme pengecualian yang terkontrol agar situs yang diperlukan untuk pekerjaan tetap dapat diakses.
5. Mengamankan Koneksi Jarak Jauh
NGFW tertentu mendukung VPN untuk menghubungkan pengguna atau jaringan yang berada di lokasi berbeda.
VPN dapat menyediakan komunikasi terenkripsi antara perangkat pengguna dan jaringan perusahaan. Administrator kemudian dapat membatasi akses berdasarkan identitas, kelompok pengguna, atau kebutuhan operasional.
Fitur ini berguna untuk karyawan yang bekerja dari luar kantor, teknisi yang menangani server, dan perusahaan yang menghubungkan kantor cabang.
Untuk meningkatkan keamanan, organisasi sebaiknya menggunakan autentikasi multifaktor, memperbarui perangkat lunak VPN, dan membatasi hak akses setiap pengguna.
6. Melakukan Segmentasi Jaringan
Segmentasi membagi jaringan menjadi beberapa bagian berdasarkan fungsi, kebutuhan akses, atau tingkat risiko.
Perusahaan dapat memisahkan jaringan karyawan, server, CCTV, perangkat IoT, dan jaringan tamu. NGFW kemudian menerapkan kebijakan komunikasi di antara segmen tersebut.
Sebagai contoh, perangkat CCTV dapat berkomunikasi dengan NVR yang ditentukan tanpa memperoleh akses langsung ke server keuangan.
Pendekatan ini membantu membatasi pergerakan ancaman ketika satu perangkat mengalami kompromi. Keberhasilannya bergantung pada desain jaringan dan konsistensi aturan yang diterapkan.
7. Mencatat dan Memantau Aktivitas Jaringan
NGFW dapat merekam aktivitas koneksi, keputusan kebijakan, dan peristiwa keamanan yang didukung perangkat.
Administrator dapat menggunakan log untuk menyelidiki koneksi yang gagal, menelusuri perubahan aturan, atau memeriksa aktivitas yang mencurigakan.
Perusahaan dengan kebutuhan monitoring lebih lanjut dapat mengintegrasikan log ke sistem SIEM. Integrasi ini membantu menghubungkan informasi dari firewall, server, endpoint, dan perangkat jaringan lainnya.
Organisasi perlu menentukan masa penyimpanan log, hak akses, serta prosedur peninjauan agar informasi tersebut dapat digunakan secara efektif.
Fitur Penting Next-Generation Firewall
Tidak semua produk NGFW memiliki fitur, kapasitas, dan lisensi yang sama. Karena itu, perusahaan perlu memahami fungsi setiap fitur sebelum membandingkan perangkat.
1. Deep Packet Inspection
Deep Packet Inspection (DPI) merupakan teknik pemeriksaan lalu lintas yang menganalisis informasi lebih mendalam daripada sekadar alamat IP dan port.
DPI dapat membantu perangkat mengenali protokol, aplikasi, atau pola ancaman tertentu sesuai kemampuan inspeksinya.
Pada lalu lintas terenkripsi, pemeriksaan mendalam dapat memerlukan mekanisme dekripsi yang didukung produk. Implementasinya harus mempertimbangkan privasi, kebijakan perusahaan, sertifikat, kompatibilitas aplikasi, dan ketentuan yang berlaku.
DPI bukan berarti perangkat selalu dapat membaca seluruh isi komunikasi. Hasil pemeriksaan bergantung pada protokol, enkripsi, konfigurasi, dan teknologi yang digunakan.
2. Intrusion Prevention System
IPS memeriksa lalu lintas untuk menemukan pola aktivitas yang berpotensi mengeksploitasi kerentanan atau melanggar kebijakan keamanan.
Berbeda dari sistem deteksi pasif, IPS yang berjalan dalam jalur lalu lintas dapat memblokir aktivitas tertentu secara otomatis.
Administrator perlu memperbarui signature dan menyesuaikan tingkat pemeriksaan. Pengaturan yang kurang tepat dapat menyebabkan false positive, yaitu aktivitas sah yang dianggap sebagai ancaman.
Pengujian dan pemantauan membantu menjaga keseimbangan antara perlindungan dan kelancaran operasional.
3. Application Awareness
Application awareness memungkinkan NGFW mengenali aplikasi berdasarkan karakteristik lalu lintas yang dapat dianalisis.
Fitur ini membantu perusahaan membuat kebijakan berdasarkan aplikasi, bukan hanya nomor port. Administrator dapat mengizinkan aplikasi tertentu, membatasi layanan yang tidak disetujui, atau memprioritaskan pemantauan pada aplikasi berisiko.
Kemampuan identifikasi berbeda antarvendor. Perusahaan perlu memastikan aplikasi bisnis yang digunakan didukung oleh perangkat pilihan.
4. User Identity Awareness
Beberapa NGFW dapat menghubungkan kebijakan keamanan dengan identitas pengguna melalui integrasi direktori atau sistem autentikasi.
Administrator dapat menerapkan aturan yang berbeda untuk tim keuangan, HR, operasional, dan IT.
Pendekatan ini memberikan kontrol lebih terperinci daripada kebijakan yang hanya mengandalkan alamat IP. Namun, integrasi identitas harus dikonfigurasi dengan benar agar pemetaan pengguna dan sesi tetap akurat.
5. Threat Intelligence
Threat intelligence menyediakan informasi tentang indikator ancaman, reputasi alamat IP, domain berbahaya, atau sumber lain yang dapat membantu proses deteksi.
NGFW yang mendukung fitur ini dapat menggunakan informasi tersebut untuk menilai atau memblokir koneksi sesuai kebijakan.
Layanan intelijen ancaman mungkin memerlukan lisensi dan pembaruan berkala. Perusahaan perlu memahami cakupan layanan, masa berlaku, serta sumber data yang digunakan vendor.
6. SSL/TLS Inspection
Banyak aplikasi menggunakan HTTPS untuk melindungi komunikasi. Enkripsi menjaga kerahasiaan data, tetapi juga dapat membatasi kemampuan perangkat keamanan dalam memeriksa isi lalu lintas.
Fitur SSL/TLS inspection tertentu memungkinkan NGFW mendekripsi dan memeriksa komunikasi sesuai kebijakan, lalu mengenkripsi kembali lalu lintas tersebut.
Penerapan fitur ini membutuhkan pertimbangan khusus. Organisasi harus menilai dampak performa, kompatibilitas aplikasi, perlindungan data sensitif, pengelolaan sertifikat, dan persyaratan privasi.
Tidak semua lalu lintas perlu diperiksa dengan cara yang sama. Perusahaan sebaiknya menetapkan kebijakan yang proporsional berdasarkan risiko dan ketentuan yang berlaku.
7. VPN dan Secure Connectivity
Fitur VPN membantu menghubungkan kantor cabang, pusat data, dan pengguna jarak jauh melalui jalur komunikasi yang dilindungi enkripsi.
Dukungan dapat mencakup VPN site-to-site dan remote access, tergantung produk serta lisensi.
Administrator perlu mempertimbangkan jumlah koneksi bersamaan, throughput VPN, autentikasi, dan kebutuhan akses aplikasi. Angka throughput VPN dapat berbeda dari throughput firewall biasa.
8. High Availability
High Availability (HA) membantu menjaga ketersediaan layanan ketika perangkat atau komponen mengalami gangguan.
Implementasi umum menggunakan dua perangkat atau lebih dengan mekanisme failover sesuai dukungan produk.
HA perlu dirancang bersama topologi jaringan, koneksi internet, catu daya, dan jalur komunikasi. Dua perangkat yang bergantung pada satu koneksi atau satu sumber daya tetap dapat mengalami gangguan bersamaan.
Perusahaan sebaiknya menguji failover secara terjadwal dan mendokumentasikan prosedur pemulihan.
9. Centralized Management
Manajemen terpusat membantu administrator mengelola kebijakan, konfigurasi, dan monitoring dari satu sistem.
Fitur ini bermanfaat bagi perusahaan dengan banyak perangkat atau cabang karena membantu menjaga konsistensi pengaturan.
Namun, sistem manajemen terpusat juga menjadi komponen kritis. Organisasi perlu membatasi akses administratif, menggunakan autentikasi kuat, dan mencatat perubahan konfigurasi.
10. Integrasi dengan Sistem Keamanan Lain
NGFW dapat menjadi bagian dari ekosistem keamanan yang lebih luas. Integrasi tertentu memungkinkan pertukaran informasi dengan SIEM, sistem endpoint, platform orkestrasi keamanan, dan layanan intelijen ancaman.
Integrasi membantu tim IT menghubungkan peristiwa dari beberapa sumber dan mempercepat investigasi.
Perusahaan perlu memeriksa kompatibilitas, dukungan lisensi, dan kebutuhan implementasi sebelum mengandalkan fitur integrasi tertentu.
Perbedaan Next-Generation Firewall dan Firewall Tradisional
Firewall tradisional dan NGFW sama-sama mengendalikan lalu lintas jaringan, tetapi keduanya dapat memiliki kemampuan pemeriksaan dan kontrol yang berbeda.
Firewall tradisional umumnya mengandalkan alamat IP, port, protokol, serta status koneksi. NGFW mengembangkan pendekatan tersebut dengan fitur tambahan, seperti identifikasi aplikasi, IPS, dan integrasi intelijen ancaman.
Perbedaan ini tidak berarti firewall tradisional sudah tidak berguna. Firewall dasar tetap dapat memenuhi kebutuhan jaringan yang sederhana apabila perusahaan menerapkan aturan dengan benar.
| Aspek | Firewall tradisional | Next-Generation Firewall |
|---|---|---|
| Pengendalian IP dan port | Ya | Ya |
| Stateful inspection | Umumnya tersedia pada firewall stateful | Umumnya tersedia |
| Identifikasi aplikasi | Terbatas atau memerlukan fitur tambahan | Menjadi kemampuan utama pada banyak produk |
| Intrusion prevention | Bergantung pada produk | Umumnya tersedia sebagai fitur inti atau berlisensi |
| Web filtering | Bergantung pada produk atau integrasi | Sering tersedia |
| Identifikasi pengguna | Bergantung pada integrasi | Didukung oleh produk tertentu |
| Intelijen ancaman | Dapat memerlukan solusi tambahan | Sering tersedia melalui layanan vendor |
| Kebutuhan pengelolaan | Bergantung pada skala jaringan | Dapat memerlukan pengelolaan kebijakan lebih kompleks |
| Biaya | Bergantung pada produk dan dukungan | Dapat lebih tinggi karena fitur dan langganan tambahan |
Perbandingan tersebut menggambarkan kecenderungan umum, bukan standar mutlak. Perusahaan perlu menilai fitur nyata dari setiap model dan paket lisensi.
Manfaat Next-Generation Firewall untuk Jaringan Perusahaan
Penerapan NGFW dapat memberikan manfaat operasional dan keamanan ketika perusahaan mengonfigurasikannya sesuai kebutuhan.
1. Meningkatkan Visibilitas Jaringan
NGFW dapat membantu administrator memahami aplikasi, koneksi, dan aktivitas jaringan yang melewati perangkat.
Visibilitas tersebut memudahkan tim IT mengidentifikasi penggunaan aplikasi yang tidak sesuai kebijakan dan menelusuri penyebab gangguan.
Data yang terkumpul juga dapat membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan kapasitas dan perubahan kebijakan.
2. Mengurangi Permukaan Serangan
Aturan akses yang terperinci membantu membatasi layanan dan sistem yang dapat dijangkau pengguna atau perangkat.
Perusahaan dapat menutup jalur yang tidak diperlukan, membatasi akses administrasi, dan mengurangi komunikasi antarsekmen.
Langkah ini memperkecil peluang penyalahgunaan akses, meskipun tidak menghilangkan seluruh risiko keamanan.
3. Mendukung Perlindungan Berlapis
NGFW dapat menggabungkan beberapa mekanisme keamanan dalam satu platform. Integrasi tersebut membantu perusahaan menerapkan kontrol akses, inspeksi lalu lintas, dan pencegahan ancaman pada titik jaringan yang relevan.
Perlindungan berlapis tetap membutuhkan komponen lain, seperti keamanan endpoint, manajemen identitas, dan pencadangan.
4. Mempermudah Penerapan Kebijakan
Fitur aplikasi, identitas, dan manajemen terpusat dapat membantu administrator menyusun kebijakan yang lebih konsisten.
Perusahaan dapat menerapkan aturan berdasarkan peran pengguna atau jenis aplikasi, sesuai dukungan produk.
Konsistensi ini penting ketika organisasi mengelola banyak kantor, perangkat, dan kelompok pengguna.
5. Mendukung Konektivitas Antarcabang
NGFW tertentu menyediakan VPN dan pengelolaan kebijakan yang membantu perusahaan menghubungkan kantor pusat dengan cabang.
Administrator dapat membatasi akses setiap lokasi dan mengatur jalur komunikasi sesuai kebutuhan bisnis.
Desain konektivitas tetap perlu memperhatikan kapasitas, redundansi, latensi, dan kebutuhan aplikasi.
6. Membantu Proses Investigasi Insiden
Log dan peringatan keamanan memberikan informasi untuk menyelidiki aktivitas mencurigakan.
Tim IT dapat menelusuri sumber koneksi, tujuan, waktu kejadian, serta keputusan kebijakan yang tercatat.
Informasi tersebut membantu proses investigasi, tetapi tidak selalu cukup untuk menjelaskan seluruh rangkaian serangan. Analisis mungkin memerlukan log dari endpoint, server, dan sistem lain.
7. Mendukung Pertumbuhan Infrastruktur
Perusahaan yang berkembang mungkin menambah cabang, server, aplikasi cloud, dan pengguna jarak jauh.
NGFW yang dirancang dengan kapasitas serta fitur yang tepat dapat membantu perusahaan menyesuaikan kebijakan keamanan terhadap pertumbuhan tersebut.
Evaluasi kapasitas tetap diperlukan. Penambahan fitur inspeksi atau peningkatan trafik dapat mengubah kebutuhan sumber daya perangkat.
Penerapan Next-Generation Firewall pada Berbagai Lingkungan
Kebutuhan setiap organisasi berbeda. Penerapan NGFW sebaiknya mengikuti fungsi jaringan, risiko, dan layanan yang harus dilindungi.
1. Jaringan Kantor
Pada jaringan kantor, NGFW dapat ditempatkan di gateway internet untuk mengontrol lalu lintas antara jaringan internal dan jaringan eksternal.
Administrator dapat menerapkan web filtering, application control, VPN, dan kebijakan akses berdasarkan kebutuhan perusahaan.
Organisasi juga dapat menggunakan firewall untuk memisahkan jaringan karyawan, tamu, server, dan perangkat lain.
Untuk melihat contoh kebutuhan keamanan kantor secara lebih menyeluruh, baca artikel Firewall untuk Kantor: VPN, VLAN, Internet & Keamanan Jaringan.
2. Pusat Data
Pusat data menampung server dan aplikasi yang mendukung operasional perusahaan. Gangguan atau akses tidak sah terhadap sistem tersebut dapat berdampak pada banyak layanan.
NGFW dapat digunakan untuk mengendalikan koneksi menuju server, membatasi komunikasi antarsistem, dan mencatat aktivitas yang relevan.
Perusahaan sebaiknya menentukan kebijakan berdasarkan fungsi setiap server. Server aplikasi, basis data, dan sistem administrasi biasanya memiliki kebutuhan akses yang berbeda.
3. Jaringan Kantor Cabang
Perusahaan dengan beberapa cabang membutuhkan konektivitas yang aman dan dapat dikelola secara konsisten.
NGFW dapat mendukung VPN antarlokasi, pembatasan akses, serta pengelolaan kebijakan dari pusat.
Administrator perlu mempertimbangkan jalur internet cadangan, kapasitas VPN, dan prosedur pemulihan agar gangguan di satu lokasi tidak menimbulkan dampak yang tidak perlu pada operasional.
4. Infrastruktur Cloud
Perusahaan yang menggunakan cloud membutuhkan kontrol keamanan pada jaringan virtual dan layanan yang digunakan.
NGFW virtual atau layanan firewall cloud dapat membantu mengatur lalu lintas antarsubnet, akses ke aplikasi, dan konektivitas antara cloud dengan jaringan lokal.
Penerapan perlu disesuaikan dengan arsitektur cloud. Kontrol jaringan bawaan platform cloud dan kebijakan NGFW dapat memiliki cakupan yang berbeda sehingga keduanya harus dirancang secara terintegrasi.
5. Lingkungan Industri dan IoT
Perangkat IoT dan sistem industri dapat memiliki karakteristik komunikasi yang berbeda dari komputer kantor. Sebagian perangkat menggunakan protokol khusus dan tidak selalu mendukung pembaruan secara rutin.
NGFW dapat membantu membatasi komunikasi perangkat tersebut ke sistem yang diperlukan.
Sebelum menerapkan inspeksi atau pemblokiran, perusahaan perlu memahami kebutuhan operasional perangkat. Perubahan yang tidak diuji dapat mengganggu proses produksi atau layanan penting.
Cara Memilih Next-Generation Firewall yang Tepat
Pemilihan NGFW perlu mempertimbangkan kebutuhan teknis, risiko, kemampuan pengelolaan, dan biaya jangka panjang.
1. Evaluasi Kebutuhan Bandwidth
Perusahaan perlu menghitung trafik normal, beban puncak, dan pertumbuhan penggunaan jaringan.
Perhatikan perbedaan antara firewall throughput, threat protection throughput, IPS throughput, dan VPN throughput apabila vendor menyediakan angka tersebut.
Spesifikasi dengan fitur keamanan lengkap lebih relevan daripada angka maksimum yang hanya berlaku pada pengujian tertentu.
2. Hitung Jumlah Pengguna dan Sesi
Jumlah pengguna memengaruhi pola koneksi, tetapi jumlah sesi bersamaan juga perlu diperhitungkan.
Aplikasi modern dapat membuat banyak koneksi dalam satu waktu. Perangkat harus mampu menangani beban tersebut tanpa mengganggu layanan bisnis.
Gunakan data trafik aktual jika tersedia dan pertimbangkan pertumbuhan kebutuhan selama masa penggunaan perangkat.
3. Tentukan Fitur Prioritas
Buat daftar fitur yang benar-benar dibutuhkan. Contohnya adalah IPS, VPN, application control, web filtering, segmentasi, HA, dan manajemen terpusat.
Jangan memilih perangkat hanya berdasarkan banyaknya fitur. Pastikan perusahaan memiliki kebutuhan yang jelas dan sumber daya untuk mengoperasikan fitur tersebut.
4. Periksa Lisensi dan Layanan Vendor
Beberapa kemampuan keamanan bergantung pada langganan. Perusahaan perlu memahami fitur yang termasuk dalam paket pembelian dan fitur yang memerlukan biaya tambahan.
Periksa masa berlaku lisensi, pembaruan signature, dukungan teknis, dan kebijakan perpanjangan.
Pastikan pula perangkat masih memperoleh dukungan vendor selama periode penggunaan yang direncanakan.
5. Evaluasi Kemudahan Pengelolaan
Antarmuka administrasi, kualitas dokumentasi, sistem pelaporan, dan dukungan manajemen terpusat dapat memengaruhi efektivitas operasional.
Perusahaan perlu memastikan tim IT mampu mengelola perangkat atau memiliki dukungan teknis yang sesuai.
6. Perhatikan Ketersediaan dan Redundansi
Jika jaringan mendukung layanan kritis, pertimbangkan HA, koneksi internet cadangan, serta perangkat pengganti.
Pastikan desain redundansi mencakup jalur komunikasi dan komponen lain yang berpotensi menjadi titik kegagalan.
Lakukan pengujian failover untuk memastikan proses perpindahan layanan berjalan sesuai harapan.
7. Hitung Total Biaya Kepemilikan
Total biaya mencakup perangkat, lisensi, dukungan, implementasi, pelatihan, dan pemeliharaan.
Perusahaan sebaiknya membandingkan biaya berdasarkan masa penggunaan dan fitur yang benar-benar diperlukan.
Evaluasi tersebut membantu menentukan solusi yang memberikan keseimbangan antara perlindungan, performa, dan biaya operasional.
Tahapan Implementasi Next-Generation Firewall
Implementasi NGFW memerlukan perencanaan agar perlindungan meningkat tanpa mengganggu layanan yang sedang berjalan.
1. Melakukan Asesmen Jaringan
Tim IT perlu memetakan topologi, alamat IP, VLAN, server, aplikasi, koneksi internet, dan jalur komunikasi antarlokasi.
Pemetaan ini membantu menentukan lokasi pemasangan dan aturan yang diperlukan.
2. Menyusun Kebijakan Keamanan
Tentukan layanan yang boleh diakses, sumber koneksi yang diizinkan, dan komunikasi yang harus dibatasi.
Dokumentasikan kebutuhan setiap aturan agar perubahan berikutnya memiliki dasar yang jelas.
3. Menyiapkan Konfigurasi Awal
Konfigurasikan antarmuka jaringan, routing, NAT, kebijakan akses, VPN, dan fitur keamanan sesuai desain.
Gunakan kredensial administrasi yang kuat dan batasi akses manajemen hanya kepada pihak yang berwenang.
4. Menguji Kebijakan dan Performa
Uji koneksi yang diizinkan maupun yang harus diblokir. Periksa aplikasi bisnis, VPN, segmentasi, logging, dan fitur keamanan yang diaktifkan.
Pantau penggunaan sumber daya serta latensi untuk memastikan perangkat mampu menangani kebutuhan operasional.
5. Melakukan Migrasi Secara Terkendali
Terapkan perubahan sesuai jadwal dan rencana pemulihan. Untuk jaringan kritis, perusahaan dapat menggunakan tahapan migrasi agar dampak perubahan lebih mudah dikendalikan.
Pastikan tim terkait memahami jadwal, potensi gangguan, dan prosedur eskalasi.
6. Melakukan Monitoring dan Evaluasi
Setelah implementasi, tinjau log, peringatan, performa, dan efektivitas kebijakan.
Sesuaikan aturan berdasarkan temuan operasional. Evaluasi berkala membantu menjaga kesesuaian konfigurasi dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menggunakan NGFW
NGFW memiliki kemampuan yang luas, tetapi kesalahan konfigurasi dapat mengurangi efektivitasnya.
Mengaktifkan seluruh fitur tanpa perencanaan. Fitur tambahan dapat memengaruhi performa dan kompatibilitas aplikasi. Aktifkan kemampuan berdasarkan risiko serta kebutuhan yang sudah dievaluasi.
Menggunakan aturan yang terlalu luas. Kebijakan yang memberikan akses berlebihan meningkatkan risiko penyalahgunaan. Batasi setiap koneksi sesuai kebutuhan operasional.
Mengabaikan pembaruan keamanan. Signature dan perangkat lunak yang tidak diperbarui dapat mengurangi kemampuan deteksi. Terapkan proses pembaruan yang terjadwal dan terkendali.
Tidak memantau log. Informasi keamanan menjadi kurang bermanfaat apabila tidak ditinjau. Tentukan prosedur pemantauan dan penanganan peringatan.
Tidak menyiapkan cadangan konfigurasi. Kerusakan perangkat atau kesalahan perubahan dapat menghambat pemulihan. Simpan cadangan konfigurasi dengan perlindungan akses yang memadai.
Menganggap NGFW menggantikan seluruh sistem keamanan. Perusahaan tetap membutuhkan perlindungan endpoint, pengamanan identitas, pembaruan aplikasi, pencadangan, dan prosedur respons insiden.
FAQ tentang Next-Generation Firewall
Apa yang dimaksud dengan Next-Generation Firewall?
Next-Generation Firewall adalah firewall yang menggabungkan kontrol jaringan tradisional dengan fitur keamanan tambahan, seperti identifikasi aplikasi, IPS, web filtering, dan integrasi intelijen ancaman.
Apa fungsi utama NGFW?
Fungsi utamanya adalah mengendalikan akses jaringan sekaligus memberikan pemeriksaan lalu lintas yang lebih mendalam. Fitur tambahan dapat membantu mendeteksi ancaman, mengontrol aplikasi, menghubungkan pengguna jarak jauh, dan memantau aktivitas jaringan.
Apa perbedaan NGFW dan firewall biasa?
Firewall biasa umumnya berfokus pada alamat IP, port, protokol, dan status koneksi. NGFW menambahkan kemampuan seperti identifikasi aplikasi, IPS, serta kontrol keamanan yang lebih kontekstual, bergantung pada produk.
Apakah NGFW dapat mencegah semua serangan siber?
Tidak. NGFW dapat membantu mencegah ancaman tertentu, tetapi tidak menjamin perlindungan terhadap seluruh serangan. Keamanan yang efektif membutuhkan beberapa lapisan perlindungan dan pengelolaan yang konsisten.
Apakah NGFW cocok untuk perusahaan kecil?
NGFW dapat cocok untuk perusahaan kecil apabila kebutuhan dan anggarannya mendukung. Perusahaan perlu mempertimbangkan jumlah pengguna, kebutuhan fitur, kapasitas, biaya lisensi, serta kemampuan pengelolaan.
Apakah NGFW mendukung VPN?
Banyak produk NGFW mendukung VPN site-to-site atau remote access. Namun, perusahaan perlu memeriksa kemampuan model, lisensi, kapasitas VPN, dan kebutuhan autentikasi sebelum membeli.
Apakah NGFW dapat melindungi aplikasi web?
NGFW dapat mengendalikan koneksi menuju aplikasi web dan menyediakan fitur keamanan jaringan tertentu. Namun, perlindungan khusus terhadap serangan pada lapisan aplikasi web mungkin memerlukan WAF.
Apakah NGFW dapat digunakan pada jaringan cloud?
Ya. Perusahaan dapat menggunakan firewall virtual atau layanan NGFW cloud yang sesuai dengan platform dan arsitektur yang digunakan. Pengaturan perlu mencakup jalur komunikasi, kebijakan akses, dan integrasi dengan kontrol keamanan cloud.
Berapa throughput NGFW yang dibutuhkan?
Kebutuhannya bergantung pada bandwidth, jumlah sesi, pola trafik, fitur inspeksi, dan pertumbuhan jaringan. Gunakan spesifikasi performa yang sesuai dengan fitur keamanan yang benar-benar akan diaktifkan.
Seberapa sering NGFW perlu diperbarui?
Pembaruan perlu mengikuti rekomendasi vendor dan tingkat risiko. Organisasi sebaiknya memantau pembaruan keamanan, signature ancaman, masa dukungan perangkat, serta kebutuhan pengujian sebelum perubahan diterapkan.
Kesimpulan
Next-Generation Firewall membantu perusahaan mengendalikan lalu lintas jaringan melalui kombinasi kontrol akses, identifikasi aplikasi, inspeksi lalu lintas, dan pencegahan ancaman. Teknologi ini memberikan visibilitas yang lebih luas serta mendukung penerapan kebijakan keamanan pada jaringan kantor, pusat data, kantor cabang, dan infrastruktur cloud.
Manfaat NGFW bergantung pada kesesuaian perangkat dengan kebutuhan jaringan, kualitas konfigurasi, pembaruan, dan pemantauan operasional. Perusahaan perlu menilai throughput, jumlah sesi, fitur keamanan, lisensi, dukungan vendor, serta kebutuhan redundansi sebelum menentukan pilihan.
NGFW sebaiknya menjadi bagian dari strategi keamanan berlapis, bukan satu-satunya perlindungan. Kombinasi pengendalian jaringan, keamanan endpoint, manajemen identitas, dan prosedur respons insiden membantu organisasi mengelola risiko secara lebih menyeluruh.
Konsultasikan Kebutuhan Next-Generation Firewall Anda
Trijaya Firewall membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan keamanan jaringan, merencanakan implementasi, dan menentukan solusi firewall berdasarkan kondisi infrastruktur serta kebutuhan operasional.
Konsultasi dapat mencakup evaluasi kapasitas jaringan, kebutuhan VPN, segmentasi VLAN, kebijakan akses, serta fitur keamanan yang sesuai dengan lingkungan perusahaan.
Sebelum memilih perangkat, pastikan kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, aplikasi kritis, topologi jaringan, dan dukungan teknis telah teridentifikasi. Informasi tersebut membantu proses pemilihan berjalan lebih terarah.
Baca Juga Halaman Firewall Kami untuk menambah wawasan dan pengetahuan anda seputar firewall dan layanan lainnya dari kami, Trijaya Firewall terbuka kepada siapa saja yang membutuhkan layanan terkait firewall atau network security lainnya dengan berdiskusi dan konsultasi gratis dari kami.
