10 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Firewall

Pendahuluan
Membeli firewall merupakan keputusan penting bagi perusahaan yang ingin melindungi jaringan, data, dan aktivitas bisnis dari ancaman siber. Namun, memilih perangkat yang tepat tidak cukup hanya dengan membandingkan harga, merek, atau angka kecepatan yang tercantum pada spesifikasi produk.
Firewall yang sesuai harus mampu menangani lalu lintas jaringan, mendukung fitur keamanan yang diperlukan, dan terintegrasi dengan infrastruktur IT perusahaan. Perangkat tersebut juga perlu memberikan ruang untuk pertumbuhan jumlah pengguna serta perkembangan kebutuhan bisnis.
Kesalahan dalam membeli firewall dapat menimbulkan berbagai masalah. Perangkat dengan kapasitas terlalu rendah dapat memperlambat koneksi ketika fitur keamanan diaktifkan. Sebaliknya, perangkat dengan spesifikasi berlebihan dapat meningkatkan pengeluaran tanpa memberikan manfaat yang sebanding.
Perusahaan juga perlu memperhitungkan lisensi keamanan, dukungan teknis, pemeliharaan, dan biaya implementasi. Semua komponen tersebut memengaruhi biaya kepemilikan selama masa penggunaan firewall.
Karena itu, ada sepuluh hal utama yang perlu diperhatikan sebelum membeli firewall. Pembahasan berikut mencakup kebutuhan jaringan, kapasitas perangkat, fitur keamanan, VPN, kompatibilitas, pengelolaan, lisensi, dukungan teknis, redundansi, dan total biaya kepemilikan.
Dengan memahami sepuluh aspek tersebut, perusahaan dapat menyusun kriteria pembelian yang lebih terukur dan mengurangi risiko memilih perangkat yang tidak sesuai.
Apa yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Firewall?
Firewall adalah sistem keamanan yang mengendalikan lalu lintas jaringan berdasarkan aturan tertentu. Firewall dapat memeriksa koneksi masuk dan keluar, membatasi komunikasi yang tidak diizinkan, serta membantu melindungi sumber daya internal perusahaan.
Sebelum membeli firewall, ada beberapa hal yang perlu dicek, antara lain kapasitas throughput dengan fitur keamanan aktif, jumlah koneksi bersamaan, jumlah dan jenis port, dukungan VPN, kemampuan high availability, skema lisensi, kemudahan manajemen, ketersediaan garansi dan dukungan, kompatibilitas dengan jaringan yang ada, serta rencana pengembangan ke depan. Melewatkan salah satunya bisa menimbulkan biaya tambahan di kemudian hari. Untuk memastikan semuanya terpenuhi, Jasa Firewall Indonesia: Instalasi, Konfigurasi dan Maintenance siap membantu menilai kebutuhan Anda sebelum investasi dilakukan.
Pada lingkungan bisnis, firewall sering ditempatkan di antara jaringan internal dan internet. Perangkat ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan komunikasi antarsegmen jaringan, menghubungkan kantor cabang, atau mendukung akses jarak jauh.
Jenis firewall yang tersedia cukup beragam. Perusahaan dapat memilih perangkat hardware, firewall software, layanan firewall cloud, atau Next-Generation Firewall (NGFW) yang menawarkan kemampuan inspeksi tambahan.
Masing-masing memiliki karakteristik, kebutuhan pengelolaan, dan biaya yang berbeda. Pilihan terbaik bergantung pada arsitektur jaringan, tingkat risiko, aplikasi bisnis, serta kemampuan tim IT.
Sebelum meminta penawaran kepada vendor, perusahaan sebaiknya menyiapkan gambaran kebutuhan yang jelas. Catat jumlah pengguna, kecepatan internet, aplikasi penting, jumlah cabang, kebutuhan VPN, segmentasi jaringan, dan target ketersediaan layanan.
Informasi tersebut menjadi dasar untuk membandingkan beberapa perangkat secara objektif. Ada baiknya anda juga membaca artikel tentang Cara Memilih Firewall Sesuai Kebutuhan Perusahaan dan Jaringan untuk mengetahui cara memilih firewall sesuai kebutuhan jaringan pada perusahaan anda.
1. Sesuaikan Firewall dengan Kebutuhan dan Risiko Jaringan
Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum membeli firewall adalah kebutuhan nyata perusahaan. Perangkat yang cocok untuk kantor kecil belum tentu sesuai untuk perusahaan dengan banyak cabang, server internal, dan aplikasi bisnis yang kompleks.
Karena itu, proses pemilihan harus dimulai dengan memahami jaringan yang akan dilindungi.
Identifikasi aset yang harus dilindungi
Buat daftar aset IT yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Aset tersebut dapat berupa komputer karyawan, server aplikasi, database, perangkat jaringan, kamera CCTV, printer, dan sistem keuangan.
Identifikasi juga data penting yang tersimpan di dalamnya. Informasi pelanggan, dokumen kontrak, data keuangan, dan kredensial pengguna mungkin membutuhkan perlindungan lebih ketat daripada sistem yang tidak menyimpan informasi sensitif.
Pemetaan ini membantu menentukan bagian jaringan yang membutuhkan aturan akses khusus.
Sebagai contoh, server keuangan sebaiknya tidak dapat diakses bebas oleh seluruh perangkat kantor. Hanya pengguna dan aplikasi yang memiliki kebutuhan bisnis yang jelas yang perlu memperoleh akses.
Pahami pola penggunaan jaringan
Jumlah karyawan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kebutuhan firewall. Dua perusahaan dengan jumlah pengguna yang sama dapat memiliki pola trafik yang sangat berbeda.
Kantor yang sebagian besar menggunakan email dan aplikasi berbasis web mungkin memiliki kebutuhan berbeda dari perusahaan yang sering melakukan transfer file besar, menggunakan konferensi video, atau mengoperasikan aplikasi bisnis di pusat data internal.
Perhatikan pula apakah perusahaan menggunakan layanan cloud, sistem ERP, aplikasi berbasis web, dan koneksi jarak jauh. Aktivitas tersebut memengaruhi pola trafik serta kebutuhan kebijakan keamanan.
Tentukan risiko yang paling relevan
Setelah memahami aset dan penggunaan jaringan, tentukan risiko yang perlu ditangani. Misalnya, perusahaan mungkin ingin mengurangi akses tidak sah ke server, membatasi komunikasi antarperangkat, mengamankan koneksi kantor cabang, atau memantau aktivitas jaringan yang mencurigakan.
Risiko tersebut membantu menentukan fitur yang perlu diprioritaskan.
| Kondisi perusahaan | Kebutuhan yang perlu dievaluasi |
|---|---|
| Kantor dengan satu koneksi internet | Pengendalian koneksi, kebijakan akses, dan monitoring |
| Kantor dengan server internal | Pembatasan akses server dan segmentasi jaringan |
| Perusahaan dengan banyak karyawan jarak jauh | VPN, autentikasi kuat, dan kontrol akses pengguna |
| Perusahaan dengan beberapa cabang | Site-to-site VPN, pengelolaan terpusat, dan redundansi |
| Perusahaan dengan sistem bisnis kritis | Ketersediaan tinggi, pencatatan aktivitas, dan pemulihan gangguan |
| Perusahaan dengan jaringan perangkat IoT | Segmentasi, pembatasan koneksi, dan pemantauan perangkat |
Tabel ini merupakan panduan awal, bukan spesifikasi mutlak. Kebutuhan sebenarnya harus ditentukan berdasarkan kondisi jaringan dan tingkat risiko masing-masing perusahaan.
Dokumen yang sebaiknya disiapkan
Sebelum menghubungi penyedia firewall, siapkan diagram jaringan, daftar perangkat, kecepatan internet, kebutuhan VPN, serta daftar aplikasi yang tidak boleh mengalami gangguan.
Dokumen tersebut mempermudah vendor memberikan rekomendasi yang relevan. Perusahaan juga dapat menggunakan informasi yang sama untuk membandingkan penawaran dari beberapa penyedia.
Kesimpulan poin pertama: jangan mulai dari merek atau model. Mulailah dengan kebutuhan bisnis, aset yang harus dilindungi, dan risiko jaringan yang ingin dikurangi.
2. Periksa Throughput, Kapasitas Sesi, dan Performa Firewall
Hal kedua adalah memastikan firewall mampu menangani lalu lintas jaringan sesuai kebutuhan perusahaan. Spesifikasi performa sangat penting karena perangkat harus memproses koneksi sekaligus menjalankan fungsi keamanan yang dipilih.
Angka throughput maksimum yang tercantum pada brosur tidak selalu menggambarkan performa ketika seluruh fitur keamanan aktif.
Apa itu throughput firewall?
Throughput adalah ukuran jumlah data yang dapat diproses perangkat dalam periode tertentu. Produsen biasanya menyatakan throughput dalam megabit per detik (Mbps) atau gigabit per detik (Gbps).
Namun, terdapat beberapa metrik yang perlu dibedakan.
| Metrik | Hal yang perlu diketahui |
|---|---|
| Firewall Throughput | Kapasitas pemrosesan lalu lintas berdasarkan metode pengujian tertentu |
| Threat Protection Throughput | Performa ketika kombinasi fitur perlindungan ancaman tertentu digunakan |
| IPS Throughput | Kapasitas pemrosesan ketika inspeksi IPS berjalan |
| VPN Throughput | Kapasitas trafik yang diproses melalui VPN |
| Concurrent Sessions | Jumlah sesi koneksi yang dapat dipertahankan secara bersamaan |
| New Sessions per Second | Kemampuan menangani pembentukan sesi koneksi baru |
Angka tersebut tidak selalu dapat dibandingkan langsung antarprodusen karena metode pengujian dan konfigurasi dapat berbeda.
Karena itu, mintalah dokumentasi yang menjelaskan kondisi pengujian, fitur yang aktif, dan karakteristik trafik yang digunakan.
Mengapa performa saat fitur keamanan aktif penting?
Firewall dapat menjalankan beberapa fungsi secara bersamaan, seperti IPS, Application Control, Web Filtering, dan inspeksi lalu lintas tertentu.
Fitur tersebut membutuhkan sumber daya pemrosesan. Akibatnya, throughput ketika seluruh fitur aktif dapat berbeda dari throughput firewall dasar.
Sebagai contoh, perusahaan menggunakan koneksi internet berkecepatan 1 Gbps dan ingin menjalankan inspeksi ancaman pada lalu lintas utama. Memilih perangkat hanya berdasarkan angka firewall throughput 1 Gbps belum cukup.
Perusahaan perlu memastikan kapasitas threat protection atau metrik relevan lainnya sesuai dengan kebutuhan trafik yang sebenarnya.
Perhatikan jumlah sesi koneksi
Throughput bukan satu-satunya indikator performa. Firewall juga harus mampu menangani jumlah koneksi yang terbentuk secara bersamaan.
Browser, aplikasi cloud, layanan komunikasi, dan sistem bisnis dapat menghasilkan banyak sesi. Kebutuhan ini bertambah ketika jumlah perangkat meningkat.
Kapasitas sesi menjadi penting untuk kantor yang memiliki banyak pengguna, banyak perangkat, atau aplikasi yang membuat koneksi secara intensif.
Selain itu, periksa kemampuan perangkat menangani koneksi baru per detik. Metrik ini dapat membantu mengevaluasi kesesuaian perangkat untuk pola trafik tertentu.
Sediakan ruang pertumbuhan
Jangan memilih perangkat yang hanya cukup untuk kebutuhan saat ini tanpa mempertimbangkan perkembangan jaringan. Perusahaan mungkin meningkatkan kecepatan internet, menambah pengguna, atau mengaktifkan fitur keamanan baru.
Namun, menyediakan kapasitas tambahan tidak berarti harus membeli perangkat terbesar. Tujuannya adalah memiliki ruang pertumbuhan yang masuk akal berdasarkan rencana bisnis.
Sebelum membeli, minta vendor menjelaskan performa perangkat dalam skenario yang mendekati kondisi penggunaan perusahaan.
Kesimpulan poin kedua: evaluasi throughput saat fitur keamanan aktif, kapasitas sesi, koneksi baru per detik, dan proyeksi pertumbuhan. Jangan menjadikan satu angka pada brosur sebagai satu-satunya dasar keputusan.
3. Pastikan Fitur Keamanan Sesuai dengan Kebutuhan
Hal ketiga adalah memeriksa fitur keamanan yang benar-benar diperlukan. Firewall dengan banyak fitur belum tentu menjadi pilihan terbaik jika fitur tersebut tidak relevan atau tidak dapat dikelola dengan baik.
Perusahaan perlu membedakan fungsi dasar firewall dengan kemampuan keamanan tambahan yang tersedia pada perangkat modern.
Stateful Firewall
Stateful Firewall memeriksa koneksi dengan mempertimbangkan status sesi. Fungsi ini membantu menentukan apakah paket data termasuk dalam koneksi yang telah diizinkan atau perlu ditolak berdasarkan aturan yang berlaku.
Kemampuan tersebut menjadi dasar pengendalian koneksi pada banyak firewall jaringan.
Intrusion Prevention System
Intrusion Prevention System (IPS) memeriksa lalu lintas jaringan untuk mendeteksi pola serangan yang dikenali dan dapat memblokir aktivitas tertentu sesuai konfigurasi.
IPS relevan bagi perusahaan yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap eksploitasi dan aktivitas jaringan berbahaya. Namun, efektivitasnya bergantung pada kualitas deteksi, pembaruan signature, konfigurasi, dan jenis ancaman yang dihadapi.
Web Filtering
Web Filtering membantu menerapkan kebijakan akses web. Perusahaan dapat membatasi kategori situs tertentu jika perangkat dan layanan lisensinya mendukung kemampuan tersebut.
Fitur ini dapat membantu mengurangi akses ke situs berisiko. Administrator tetap perlu memastikan kebijakan tidak menghambat situs yang diperlukan untuk pekerjaan.
Application Control
Application Control memungkinkan administrator mengenali atau mengendalikan aplikasi tertentu sesuai kemampuan produk. Fitur ini dapat membantu menerapkan kebijakan penggunaan aplikasi di jaringan perusahaan.
Sebagai contoh, perusahaan mungkin ingin membatasi aplikasi tertentu pada segmen jaringan tertentu. Namun, identifikasi aplikasi dapat bergantung pada protokol, enkripsi, dan kemampuan inspeksi perangkat.
Antivirus jaringan dan perlindungan ancaman
Sebagian firewall menyediakan pemeriksaan malware atau integrasi dengan layanan intelijen ancaman. Kemampuan ini dapat menambah lapisan perlindungan pada lalu lintas yang diperiksa.
Namun, firewall tidak menggantikan antivirus endpoint atau platform perlindungan perangkat pengguna. File yang telah berada di komputer dan aktivitas yang tidak melewati firewall tetap membutuhkan kontrol keamanan lain.
SSL/TLS Inspection
Banyak komunikasi internet menggunakan enkripsi TLS. Inspeksi SSL/TLS dapat membantu memeriksa lalu lintas terenkripsi sesuai kemampuan dan kebijakan perangkat.
Fitur ini perlu direncanakan dengan hati-hati. Pertimbangkan privasi, pengecualian aplikasi, pengelolaan sertifikat, kompatibilitas, dan dampaknya terhadap performa.
Tidak semua perusahaan membutuhkan inspeksi menyeluruh. Keputusan harus mempertimbangkan risiko, kewajiban kepatuhan, dan kemampuan tim IT.
Cara mengevaluasi fitur keamanan
Gunakan tabel berikut untuk membandingkan fitur yang tersedia pada setiap kandidat perangkat.
| Fitur | Pertanyaan sebelum membeli |
|---|---|
| IPS | Apakah tersedia dan bagaimana kapasitasnya saat aktif? |
| Web Filtering | Apakah fitur membutuhkan langganan terpisah? |
| Application Control | Apakah aplikasi yang relevan dapat dikenali dan dikendalikan? |
| Antivirus jaringan | Jenis trafik atau file apa yang dapat diperiksa? |
| SSL/TLS Inspection | Apakah perangkat mendukung kebutuhan inspeksi dan pengecualian yang diperlukan? |
| Threat Intelligence | Bagaimana pembaruan informasi ancaman diberikan? |
| Logging | Apakah informasi keamanan dapat disimpan dan ditinjau dengan mudah? |
Periksa pula apakah fitur tersebut tersedia pada model yang ditawarkan atau hanya pada seri perangkat tertentu.
Kesimpulan poin ketiga: pilih fitur berdasarkan risiko dan kebutuhan operasional. Pastikan fitur dapat digunakan secara efektif, bukan sekadar tersedia dalam daftar spesifikasi.
4. Evaluasi Kebutuhan VPN, VLAN, dan Integrasi Jaringan
Hal keempat adalah memastikan firewall dapat bekerja dengan topologi jaringan perusahaan. Perangkat yang bagus secara teknis tetap dapat menjadi pilihan yang kurang tepat jika tidak mendukung rancangan jaringan yang dibutuhkan.
Tiga aspek yang perlu diperiksa adalah VPN, VLAN, dan kemampuan integrasi dengan perangkat jaringan lain.
Periksa kebutuhan VPN
VPN memungkinkan komunikasi terenkripsi antara perangkat atau jaringan yang terhubung melalui internet. Fitur ini sering digunakan untuk menghubungkan karyawan jarak jauh dan kantor cabang.
Dua skenario yang umum adalah remote access VPN dan site-to-site VPN.
Remote access VPN menghubungkan perangkat pengguna ke jaringan perusahaan. Site-to-site VPN menghubungkan dua jaringan, misalnya kantor pusat dengan kantor cabang.
Sebelum membeli, periksa jumlah koneksi VPN yang didukung, throughput VPN, metode autentikasi, kompatibilitas klien, dan kemampuan membatasi akses berdasarkan pengguna.
Perusahaan juga perlu memastikan apakah fitur VPN termasuk dalam lisensi perangkat atau membutuhkan komponen tambahan.
Periksa kebutuhan VLAN
VLAN memisahkan jaringan secara logis berdasarkan fungsi atau kelompok perangkat. Misalnya, perusahaan dapat memisahkan jaringan karyawan, server, CCTV, tamu, dan perangkat manajemen.
Firewall dapat menerapkan aturan komunikasi antarsegmen apabila trafik melewati jalur kontrol yang sesuai.
Sebelum membeli, pastikan perangkat mendukung jumlah antarmuka dan skenario VLAN yang diperlukan. Periksa juga dukungan routing, kapasitas jaringan, serta metode integrasi dengan switch.
Perlu dipahami bahwa VLAN sendiri bukan jaminan keamanan. Jika komunikasi antarsegmen tidak dikendalikan dengan benar, perangkat di segmen berbeda mungkin tetap dapat saling berkomunikasi.
Evaluasi antarmuka dan kompatibilitas
Periksa jumlah serta jenis port yang tersedia. Beberapa jaringan membutuhkan port Ethernet berkecepatan tinggi, sementara jaringan lain memerlukan antarmuka SFP atau SFP+ untuk koneksi optik.
Pastikan juga perangkat mendukung kecepatan koneksi, kebutuhan routing, dan arsitektur yang telah direncanakan.
Jika perusahaan menggunakan beberapa koneksi internet, periksa dukungan multi-WAN, routing, dan failover sesuai kebutuhan.
Jangan hanya menghitung jumlah port yang tersedia. Pertimbangkan pula bagaimana port tersebut akan digunakan setelah perangkat dipasang.
Pastikan perubahan tidak mengganggu operasional
Firewall biasanya berada pada jalur komunikasi penting. Kesalahan konfigurasi dapat memengaruhi akses internet, VPN, server, atau komunikasi antarjaringan.
Karena itu, rencana implementasi perlu mencakup diagram jaringan, kebijakan akses, pengujian, dan prosedur pemulihan.
Kesimpulan poin keempat: periksa VPN, VLAN, antarmuka fisik, routing, multi-WAN, dan kompatibilitas dengan infrastruktur yang sudah ada. Jangan membeli perangkat sebelum rancangan integrasinya jelas.
5. Tentukan Jenis Firewall: Hardware, Software, atau Cloud
Hal kelima adalah memilih bentuk implementasi yang sesuai. Firewall tidak selalu berupa perangkat fisik yang dipasang di ruang server.
Perusahaan dapat menggunakan firewall hardware, software, virtual, atau layanan firewall cloud. Pilihannya bergantung pada lokasi aset yang dilindungi, arsitektur jaringan, kebutuhan pengelolaan, dan model operasional perusahaan.
Firewall hardware
Firewall hardware merupakan perangkat fisik yang dirancang untuk menjalankan fungsi keamanan jaringan. Perangkat ini umum digunakan untuk mengamankan koneksi internet kantor, pusat data, dan jaringan antarcabang.
Keunggulannya adalah tersedia dalam berbagai pilihan kapasitas serta dapat ditempatkan pada jalur jaringan yang direncanakan.
Namun, perusahaan perlu mempertimbangkan kebutuhan ruang, koneksi fisik, lisensi, pemeliharaan, serta prosedur penggantian perangkat jika terjadi kerusakan.
Firewall software
Firewall software berjalan pada sistem operasi atau lingkungan komputasi tertentu. Solusi ini dapat digunakan untuk mengendalikan koneksi pada server atau perangkat individual.
Pendekatan ini relevan ketika perlindungan perlu diterapkan langsung pada host. Namun, firewall software pada satu server tidak otomatis menggantikan kebutuhan pengamanan seluruh jaringan kantor.
Firewall virtual dan cloud
Firewall virtual dapat berjalan pada lingkungan virtualisasi atau infrastruktur cloud. Solusi ini berguna ketika perusahaan mengoperasikan aplikasi pada lingkungan virtual atau membutuhkan kontrol jaringan di pusat data berbasis software.
Layanan firewall cloud dapat membantu melindungi layanan tertentu tanpa harus menempatkan seluruh fungsi keamanan pada perangkat fisik di kantor. Bentuk dan kemampuan layanan berbeda menurut penyedia.
Perusahaan perlu mengevaluasi integrasi, model biaya, lokasi layanan, kapasitas, pengelolaan kebijakan, dan ketergantungan pada konektivitas internet.
Bagaimana menentukan pilihan?
Pertimbangkan lokasi sistem yang dilindungi dan titik tempat kebijakan keamanan perlu diterapkan.
Jika tujuan utama adalah mengamankan jalur internet kantor, perangkat firewall jaringan mungkin menjadi pilihan utama. Jika kebutuhan mencakup perlindungan host, firewall software dapat menjadi lapisan tambahan. Untuk aplikasi cloud, solusi virtual atau cloud mungkin lebih relevan.
Dalam beberapa lingkungan, kombinasi beberapa jenis firewall dapat memberikan perlindungan yang lebih sesuai.
Untuk memahami perbedaan dan pertimbangan implementasinya, baca artikel Firewall Hardware vs Software: Mana yang Baik untuk Perusahaan. Artikel tersebut dapat menjadi referensi tambahan sebelum menentukan bentuk solusi yang akan digunakan.
Kesimpulan poin kelima: pilih jenis firewall berdasarkan lokasi aset, arsitektur, dan kebutuhan kontrol keamanan. Jangan menganggap satu bentuk implementasi cocok untuk semua skenario.
6. Perhitungkan Lisensi, Pembaruan, dan Masa Dukungan
Hal keenam adalah memahami model lisensi dan siklus dukungan produk. Harga pembelian perangkat tidak selalu mencakup seluruh fitur keamanan yang dibutuhkan.
Beberapa produsen menyediakan fitur dasar bersama perangkat, sedangkan layanan tambahan memerlukan langganan. Perusahaan perlu mengetahui secara jelas fitur apa saja yang aktif dan kapan masa lisensinya berakhir.
Periksa fitur yang termasuk dalam penawaran
Mintalah daftar lisensi secara tertulis. Pastikan dokumen tersebut menjelaskan fitur yang disertakan, masa berlaku, jumlah perangkat yang tercakup, serta layanan yang memerlukan biaya tambahan.
Jangan hanya mengandalkan keterangan umum seperti paket keamanan lengkap. Pastikan nama layanan dan durasinya jelas.
Periksa apakah lisensi mencakup layanan yang memang akan digunakan, seperti IPS, Web Filtering, Application Control, atau pembaruan intelijen ancaman.
Pahami dampak masa berlaku lisensi
Ketika langganan berakhir, dampaknya berbeda menurut produk dan layanan. Beberapa fungsi dasar mungkin tetap berjalan, sementara pembaruan signature atau layanan keamanan tertentu dapat berhenti.
Jangan mengasumsikan semua fitur akan tetap tersedia setelah lisensi berakhir. Minta vendor menjelaskan dampak setiap layanan secara spesifik.
Periksa pembaruan firmware
Firmware yang diperbarui dapat memperbaiki kerentanan, meningkatkan stabilitas, atau menyediakan perbaikan fungsi. Karena itu, perusahaan perlu memahami kebijakan pembaruan vendor dan masa dukungan produk.
Periksa apakah model yang dipilih masih mendapatkan pembaruan keamanan dan berapa lama dukungan diperkirakan tersedia. Pastikan juga perusahaan memiliki prosedur untuk menguji pembaruan sebelum menerapkannya pada jaringan produksi.
Evaluasi masa dukungan produk
Produk yang mendekati akhir masa dukungan dapat meningkatkan risiko operasional. Setelah masa dukungan berakhir, pembaruan atau bantuan teknis mungkin menjadi terbatas sesuai kebijakan produsen.
Sebelum membeli, periksa status siklus hidup produk melalui dokumentasi resmi vendor. Jika perusahaan merencanakan penggunaan jangka panjang, pertimbangkan masa dukungan tersebut dalam perhitungan biaya.
Kesimpulan poin keenam: pastikan rincian lisensi, pembaruan keamanan, masa dukungan, dan konsekuensi berakhirnya langganan sudah dipahami sebelum transaksi.
7. Pastikan Firewall Mudah Dikelola dan Mendukung Monitoring
Hal ketujuh adalah menilai kemampuan pengelolaan sehari-hari. Firewall tidak hanya perlu berfungsi dengan baik ketika dipasang, tetapi juga harus dapat dipantau, diperbarui, dan disesuaikan ketika kebutuhan perusahaan berubah.
Perangkat dengan fitur sangat lengkap belum tentu menjadi pilihan terbaik jika tim IT kesulitan mengelolanya.
Periksa antarmuka administrasi
Evaluasi bagaimana administrator membuat aturan, mengelola objek jaringan, mengatur VPN, memantau trafik, dan meninjau peringatan keamanan.
Antarmuka yang mudah dipahami dapat membantu mengurangi kesalahan konfigurasi. Namun, kemudahan penggunaan harus tetap disertai kontrol akses dan dokumentasi yang memadai.
Evaluasi logging dan pelaporan
Firewall sebaiknya menyediakan catatan yang relevan untuk investigasi gangguan dan aktivitas keamanan.
Periksa apakah administrator dapat mencari log berdasarkan alamat IP, waktu, layanan, atau peristiwa. Jika perusahaan memiliki sistem monitoring atau SIEM, evaluasi dukungan integrasinya.
Perhatikan pula kapasitas penyimpanan, kebijakan retensi, dan kemampuan mengekspor log. Informasi yang terlalu cepat terhapus dapat menyulitkan penyelidikan insiden.
Periksa manajemen terpusat
Jika perusahaan memiliki beberapa firewall atau kantor cabang, pengelolaan terpusat dapat membantu menjaga konsistensi kebijakan.
Namun, kemampuan tersebut bisa bergantung pada lisensi atau produk manajemen terpisah. Periksa biaya tambahan dan kebutuhan infrastrukturnya.
Pengelolaan terpusat juga perlu disertai pembatasan hak akses administrator. Akun dengan hak penuh harus dilindungi dengan autentikasi kuat dan hanya diberikan kepada pihak yang berwenang.
Pertimbangkan kemampuan tim IT
Sebelum membeli, evaluasi siapa yang akan bertanggung jawab atas konfigurasi, monitoring, pembaruan, dan penanganan insiden.
Jika tim IT belum memiliki pengalaman dengan produk tertentu, perusahaan mungkin membutuhkan pelatihan atau bantuan implementasi. Biaya tersebut perlu masuk dalam rencana pembelian.
Kesimpulan poin ketujuh: pilih perangkat yang bisa dikelola secara konsisten oleh tim yang tersedia, serta memiliki kemampuan monitoring dan logging yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
8. Evaluasi Dukungan Teknis, Garansi, dan Ketersediaan Layanan
Hal kedelapan adalah memastikan perusahaan dapat memperoleh bantuan ketika perangkat mengalami gangguan atau membutuhkan perubahan konfigurasi.
Firewall sering menjadi komponen penting dalam konektivitas kantor. Jika perangkat bermasalah, akses internet, VPN, dan komunikasi aplikasi bisnis dapat ikut terganggu.
Karena itu, dukungan teknis merupakan bagian dari evaluasi pembelian, bukan sekadar layanan tambahan.
Periksa garansi perangkat
Pastikan masa garansi, cakupan kerusakan, proses klaim, dan ketentuan penggantian perangkat dijelaskan secara tertulis.
Perusahaan juga perlu mengetahui apakah garansi mencakup komponen tertentu saja atau seluruh perangkat sesuai ketentuan produsen.
Jangan mengasumsikan bahwa garansi perangkat otomatis mencakup konfigurasi, instalasi, atau pemulihan layanan.
Periksa layanan dukungan teknis
Tanyakan bagaimana cara menghubungi dukungan teknis, jam layanan, tingkat prioritas insiden, dan jalur eskalasi.
Untuk operasional yang kritis, perusahaan mungkin memerlukan layanan dengan waktu respons yang telah disepakati. Periksa definisi waktu respons dan apakah terdapat komitmen waktu penyelesaian atau hanya target penanganan awal.
Jika menggunakan penyedia solusi, pastikan ruang lingkup layanan tertulis dengan jelas.
Periksa ketersediaan suku cadang dan penggantian
Perusahaan perlu memahami proses penggantian perangkat apabila terjadi kerusakan. Periksa apakah tersedia layanan penggantian, lokasi layanan, dan perkiraan waktu penanganan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Untuk jaringan kritis, pertimbangkan apakah perusahaan membutuhkan perangkat cadangan atau skenario pemulihan alternatif.
Evaluasi kompetensi penyedia
Jika pembelian dilakukan melalui integrator atau penyedia layanan, evaluasi pengalaman mereka dalam implementasi firewall dan jaringan perusahaan.
Mintalah penjelasan tentang proses audit, desain, konfigurasi, pengujian, dokumentasi, dan dukungan setelah instalasi.
Penyedia yang baik seharusnya mampu menjelaskan alasan teknis di balik rekomendasinya, bukan sekadar menawarkan model dengan harga tertentu.
Kesimpulan poin kedelapan: pastikan garansi, dukungan teknis, mekanisme eskalasi, dan proses pemulihan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
9. Periksa Redundansi, High Availability, dan Rencana Pemulihan
Hal kesembilan adalah menilai kebutuhan ketersediaan layanan. Tidak semua kantor membutuhkan dua firewall, tetapi perusahaan harus memahami dampak jika perangkat utama mengalami kerusakan.
Bagi perusahaan yang sangat bergantung pada internet atau aplikasi internal, gangguan firewall dapat menghambat kegiatan bisnis secara luas.
Kapan redundansi diperlukan?
Redundansi layak dipertimbangkan ketika gangguan jaringan menimbulkan kerugian besar atau menghentikan proses bisnis penting.
Contohnya adalah perusahaan yang menjalankan sistem transaksi, layanan pelanggan, operasional logistik, atau aplikasi bisnis yang harus tersedia sepanjang waktu.
Untuk kantor dengan aktivitas yang tidak terlalu kritis, satu perangkat mungkin cukup jika perusahaan memiliki prosedur pemulihan yang sesuai.
Keputusan tersebut sebaiknya berdasarkan dampak gangguan, bukan hanya ukuran perusahaan.
Apa itu High Availability?
High Availability (HA) adalah pendekatan untuk mengurangi gangguan dengan menggunakan komponen cadangan atau mekanisme ketersediaan tertentu.
Dalam implementasi firewall, HA dapat menggunakan dua perangkat yang bekerja dalam mode yang didukung produk. Jika perangkat utama mengalami gangguan, perangkat lain dapat mengambil alih sesuai desain dan konfigurasi.
Namun, failover tidak selalu berlangsung tanpa gangguan. Perilakunya bergantung pada arsitektur HA, sinkronisasi status, koneksi jaringan, dan layanan yang digunakan.
Karena itu, perusahaan harus memeriksa kemampuan HA secara spesifik sebelum membeli.
Perhatikan ketergantungan pada komponen lain
Dua firewall tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko gangguan. Koneksi internet, switch, sumber daya listrik, dan jalur komunikasi lain juga dapat menjadi titik kegagalan.
Jika kedua firewall bergantung pada satu komponen yang sama, gangguan pada komponen tersebut tetap dapat memengaruhi layanan.
Perusahaan perlu mengevaluasi keseluruhan jalur konektivitas, termasuk kebutuhan koneksi internet cadangan, UPS, jalur jaringan alternatif, dan prosedur pemulihan.
Uji prosedur pemulihan
Selain memilih perangkat yang mendukung redundansi, perusahaan perlu menyiapkan cadangan konfigurasi dan dokumentasi.
Uji prosedur pemulihan agar tim IT memahami langkah yang harus dilakukan ketika perangkat gagal atau konfigurasi mengalami masalah.
Catat waktu pemulihan yang dapat diterima oleh bisnis. Target tersebut membantu menentukan apakah perusahaan membutuhkan HA, perangkat cadangan, atau pendekatan pemulihan lainnya.
Kesimpulan poin kesembilan: evaluasi dampak gangguan, kebutuhan HA, ketergantungan infrastruktur, dan prosedur pemulihan. Jangan membeli fitur redundansi tanpa memahami manfaat dan cara pengoperasiannya.
10. Hitung Total Cost of Ownership dan Nilai Investasi
Hal kesepuluh adalah menghitung total biaya kepemilikan, bukan hanya harga perangkat. Pembelian firewall merupakan investasi yang mencakup pengadaan, implementasi, lisensi, dukungan, dan pemeliharaan.
Perangkat dengan harga awal lebih rendah belum tentu menjadi pilihan paling hemat jika membutuhkan biaya tambahan yang besar selama masa penggunaan.
Komponen biaya yang perlu diperhitungkan
| Komponen | Hal yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Perangkat | Harga unit, aksesori, dan komponen yang diperlukan |
| Lisensi | Biaya layanan keamanan dan durasi langganan |
| Instalasi | Pemasangan fisik dan integrasi dengan jaringan |
| Konfigurasi | Pengaturan kebijakan, VPN, VLAN, dan routing |
| Pelatihan | Kebutuhan peningkatan kemampuan administrator |
| Dukungan teknis | Biaya layanan dan cakupan dukungan |
| Pemeliharaan | Pembaruan, evaluasi konfigurasi, dan pekerjaan rutin |
| Redundansi | Perangkat cadangan atau komponen tambahan jika diperlukan |
| Penggantian | Perencanaan penggantian perangkat pada akhir masa penggunaan |
Tidak semua komponen berlaku untuk setiap perusahaan. Gunakan daftar tersebut sebagai dasar untuk menyusun anggaran yang sesuai.
Bandingkan biaya pada periode yang sama
Untuk membandingkan dua penawaran, gunakan periode evaluasi yang sama. Perusahaan dapat menghitung estimasi biaya selama tiga atau lima tahun, bergantung pada rencana penggunaan dan siklus hidup perangkat.
Masukkan biaya lisensi, dukungan, dan kebutuhan tambahan yang dapat diperkirakan. Jangan membandingkan satu penawaran yang mencakup beberapa tahun lisensi dengan penawaran lain yang hanya mencakup harga perangkat.
Jika biaya dukungan atau lisensi belum diketahui, minta penawaran resmi agar perbandingan tidak bergantung pada asumsi.
Pertimbangkan nilai operasional
Biaya firewall perlu dibandingkan dengan manfaat yang ingin dicapai. Manfaat tersebut dapat mencakup pengendalian akses, pemantauan yang lebih baik, koneksi antarkantor, dan pengurangan risiko gangguan keamanan.
Namun, jangan menganggap pembelian firewall otomatis menghilangkan seluruh risiko atau menjamin perusahaan terhindar dari insiden.
Nilai investasi lebih mudah dinilai jika perusahaan memiliki tujuan yang jelas, seperti meningkatkan visibilitas jaringan, menerapkan segmentasi, atau mengamankan koneksi jarak jauh.
Hindari membeli fitur yang tidak diperlukan
Membeli perangkat dengan fitur paling banyak tidak selalu menghasilkan investasi terbaik. Fitur yang tidak digunakan tetap dapat menambah biaya lisensi atau meningkatkan kompleksitas pengelolaan.
Sebaliknya, memilih perangkat yang terlalu murah dan tidak mampu memenuhi kebutuhan utama dapat menimbulkan biaya penggantian atau peningkatan lebih cepat.
Carilah keseimbangan antara kebutuhan saat ini, rencana pertumbuhan, kemampuan pengelolaan, dan total biaya.
Kesimpulan poin kesepuluh: bandingkan total biaya kepemilikan pada periode yang sama dan pastikan setiap pengeluaran memiliki tujuan yang jelas.
Checklist Sebelum Membeli Firewall
Setelah mengevaluasi sepuluh aspek di atas, perusahaan dapat menggunakan checklist berikut sebelum menyetujui pembelian.
| No. | Hal yang diperiksa |
|---|---|
| 1 | Kebutuhan bisnis, aset, dan risiko jaringan sudah diidentifikasi |
| 2 | Throughput, kapasitas sesi, dan performa keamanan sudah sesuai |
| 3 | Fitur keamanan yang dibutuhkan sudah ditentukan |
| 4 | VPN, VLAN, port, routing, dan integrasi jaringan sudah dievaluasi |
| 5 | Jenis firewall sesuai dengan lokasi aset dan arsitektur |
| 6 | Lisensi, pembaruan, dan masa dukungan sudah dikonfirmasi |
| 7 | Kemampuan monitoring dan pengelolaan sesuai dengan tim IT |
| 8 | Garansi dan dukungan teknis sudah diperiksa |
| 9 | Kebutuhan HA, redundansi, dan pemulihan sudah dinilai |
| 10 | Total biaya kepemilikan sudah dihitung |
Checklist tersebut dapat digunakan saat meninjau spesifikasi produk atau membandingkan penawaran vendor. Jika masih ada aspek penting yang belum jelas, selesaikan evaluasinya sebelum melakukan pembelian.
Cara Membandingkan Penawaran Firewall dari Vendor
Setelah kebutuhan ditentukan, perusahaan dapat meminta penawaran dari beberapa vendor atau penyedia solusi. Gunakan spesifikasi dan kriteria yang sama agar hasil perbandingan lebih objektif.
Gunakan kebutuhan minimum yang seragam
Susun daftar persyaratan teknis yang mencakup throughput saat fitur keamanan aktif, kapasitas sesi, VPN, VLAN, kebutuhan port, fitur keamanan, lisensi, dan dukungan.
Mintalah setiap vendor menjelaskan bagaimana produk yang ditawarkan memenuhi persyaratan tersebut.
Jika ada persyaratan yang tidak terpenuhi, catat secara terpisah. Jangan langsung menyimpulkan bahwa perangkat lebih murah merupakan pilihan terbaik.
Verifikasi spesifikasi resmi
Gunakan datasheet dan dokumentasi resmi untuk memeriksa kemampuan perangkat. Pastikan angka performa, jenis port, fitur keamanan, dan kemampuan HA sesuai dengan model yang ditawarkan.
Jika ada informasi yang tidak jelas, mintalah konfirmasi tertulis. Hal ini membantu mengurangi risiko perbedaan antara spesifikasi yang dijanjikan dan kemampuan produk sebenarnya.
Periksa ruang lingkup instalasi
Penawaran perangkat dan penawaran implementasi dapat memiliki ruang lingkup berbeda. Pastikan perusahaan memahami apakah biaya mencakup konfigurasi, migrasi, pengujian, dokumentasi, dan pelatihan.
Tentukan pula siapa yang bertanggung jawab jika terjadi gangguan selama perpindahan ke perangkat baru.
Nilai dukungan setelah pembelian
Bandingkan cakupan layanan setelah instalasi. Perhatikan bantuan teknis, pembaruan, pemantauan, pemeliharaan, dan mekanisme penanganan insiden.
Keputusan akhir sebaiknya mempertimbangkan keseluruhan solusi, bukan hanya perangkat yang ditawarkan.
Kapan Perusahaan Perlu Berkonsultasi Sebelum Membeli Firewall?
Konsultasi teknis dapat membantu perusahaan yang belum memiliki dokumentasi jaringan lengkap atau belum yakin menentukan kapasitas perangkat.
Bantuan profesional juga berguna ketika jaringan melibatkan beberapa kantor cabang, server internal, VLAN yang kompleks, koneksi VPN, atau aplikasi bisnis yang tidak boleh mengalami gangguan.
Sebelum berkonsultasi, siapkan informasi dasar seperti:
- Jumlah pengguna dan perangkat.
- Kecepatan serta jenis koneksi internet.
- Diagram jaringan jika tersedia.
- Daftar aplikasi dan server penting.
- Jumlah kantor cabang.
- Kebutuhan VPN dan segmentasi VLAN.
- Anggaran pengadaan dan operasional.
- Target ketersediaan layanan.
Informasi tersebut membantu penyedia solusi mengevaluasi kebutuhan dan menjelaskan alternatif yang relevan.
Jika perusahaan sudah memiliki firewall, siapkan pula model perangkat, konfigurasi yang dapat dibagikan dengan aman, kondisi lisensi, dan masalah yang sedang dihadapi. Jangan membagikan kata sandi atau kredensial administrator dalam dokumen konsultasi biasa.
FAQ: Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Firewall
1. Apa hal terpenting sebelum membeli firewall?
Mulailah dengan memahami kebutuhan jaringan dan risiko keamanan. Setelah itu, evaluasi performa, fitur keamanan, kompatibilitas, lisensi, dukungan teknis, dan total biaya kepemilikan.
Perangkat yang tepat harus sesuai dengan kondisi jaringan serta dapat dikelola secara konsisten.
2. Apakah firewall harus memiliki throughput lebih tinggi daripada kecepatan internet?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua kondisi. Perusahaan perlu menilai throughput berdasarkan fitur keamanan yang akan diaktifkan dan pola trafik yang digunakan.
Periksa juga kapasitas sesi, koneksi baru per detik, serta rencana pertumbuhan jaringan. Jangan hanya membandingkan angka throughput dasar dengan kecepatan internet.
3. Apakah semua perusahaan membutuhkan Next-Generation Firewall?
Tidak selalu. NGFW layak dipertimbangkan ketika perusahaan membutuhkan fitur seperti IPS, Application Control, atau inspeksi ancaman tambahan.
Pilihan akhir bergantung pada tingkat risiko, kompleksitas jaringan, kebutuhan operasional, anggaran, dan kemampuan tim IT.
4. Apakah lisensi firewall wajib diperpanjang?
Hal ini bergantung pada produk dan layanan yang digunakan. Sejumlah fitur dasar dapat tetap tersedia, sementara layanan keamanan atau pembaruan tertentu mungkin memerlukan langganan aktif.
Periksa ketentuan resmi vendor agar perusahaan memahami fungsi yang terdampak ketika lisensi berakhir.
5. Apakah firewall hardware lebih baik daripada firewall software?
Keduanya memiliki fungsi dan skenario penggunaan berbeda. Firewall hardware lazim digunakan untuk mengamankan jalur jaringan, sedangkan firewall software dapat melindungi host atau lingkungan tertentu.
Perusahaan perlu menentukan pilihan berdasarkan aset yang dilindungi, arsitektur, kapasitas, kebutuhan pengelolaan, dan biaya.
6. Apakah firewall bisa digunakan untuk menghubungkan kantor cabang?
Bisa, jika perangkat mendukung VPN site-to-site atau mekanisme konektivitas yang diperlukan. Perusahaan perlu memeriksa kapasitas VPN, kompatibilitas perangkat, metode autentikasi, dan desain routing.
Untuk jaringan dengan banyak cabang, kemampuan manajemen terpusat juga dapat menjadi pertimbangan.
7. Apakah perusahaan kecil membutuhkan fitur High Availability?
Tidak selalu. Kebutuhan HA bergantung pada dampak bisnis jika firewall mengalami gangguan.
Jika operasional dapat mentoleransi waktu pemulihan tertentu, satu perangkat dengan prosedur pemulihan yang baik mungkin cukup. Jika gangguan singkat dapat menimbulkan kerugian besar, redundansi perlu dievaluasi.
8. Berapa lama firewall dapat digunakan?
Masa penggunaan bergantung pada siklus hidup produk, dukungan vendor, kebutuhan kapasitas, kondisi perangkat, dan perkembangan jaringan.
Perusahaan perlu memeriksa kebijakan akhir dukungan produk serta memastikan perangkat masih mendapatkan pembaruan keamanan yang diperlukan.
9. Apakah instalasi firewall sudah cukup untuk melindungi jaringan?
Belum. Firewall memerlukan konfigurasi yang tepat, pembaruan keamanan, pemantauan, dan peninjauan aturan secara berkala.
Perusahaan juga membutuhkan perlindungan endpoint, autentikasi yang kuat, pencadangan data, serta prosedur penanganan insiden.
10. Bagaimana cara memastikan penawaran firewall sesuai kebutuhan?
Bandingkan penawaran menggunakan persyaratan teknis yang sama. Verifikasi spesifikasi resmi, kapasitas ketika fitur keamanan aktif, lisensi, dukungan, ruang lingkup instalasi, dan biaya selama periode penggunaan.
Jika ada spesifikasi yang belum jelas, mintalah penjelasan tertulis sebelum menyetujui pembelian.
Kesimpulan
Membeli firewall membutuhkan evaluasi teknis dan bisnis yang menyeluruh. Perusahaan perlu memahami kebutuhan jaringan, memeriksa performa perangkat, menentukan fitur keamanan, memastikan kompatibilitas, serta memperhitungkan biaya dan dukungan jangka panjang.
Sepuluh hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli firewall meliputi kebutuhan dan risiko jaringan, throughput serta kapasitas sesi, fitur keamanan, VPN dan VLAN, jenis firewall, lisensi dan pembaruan, kemudahan pengelolaan, dukungan teknis, redundansi, serta total biaya kepemilikan.
Tidak ada satu model firewall yang cocok untuk seluruh perusahaan. Pilihan terbaik adalah perangkat yang memenuhi kebutuhan keamanan, sesuai dengan infrastruktur yang digunakan, memiliki kapasitas yang memadai, dan dapat dikelola secara berkelanjutan.
Sebelum menyetujui pembelian, gunakan checklist untuk memastikan setiap persyaratan penting telah diperiksa. Bandingkan penawaran berdasarkan kriteria yang sama dan verifikasi spesifikasi melalui dokumentasi resmi vendor.
Jika perusahaan membutuhkan bantuan dalam mengevaluasi kebutuhan jaringan atau merencanakan pengadaan firewall, Trijaya Firewall dapat membantu proses konsultasi, pemilihan solusi, dan implementasi sesuai kebutuhan.
